Kamis, 10 Januari 2013

6RuasTolDalkot disetujui...mimpi transportasi publik pun pupus

Saya bukan ahli tata kota..bukan juga ahli transportasi..
Saya cuma warga kota Jakarta biasa..yang kebetulan pernah belajar sedikit tentang perkotaan..yang sering menggunakan fasilitas transportasi umum..yang sangat perduli dan INGIN kota Jakarta tercinta ini menjadi kota yang nyaman dan MANUSIAWI

Senin, 12 November 2012

Marriage is.....

for me MARRIAGE is.....


....stupid conversation on the bed around midnight....

....giggling and teasing over a not important topic....

.....a warm hug early in the morning before you wake up.....

.....discussing the size of your poo with NO hesitation...

.....fighting over which road should you take....


i believe there are still lots of them...

but these are what crossed my mind recently....:D 

Selasa, 14 Agustus 2012

A+ Design Studio

Setelah isi entry tentang kesehatan terus, sekarang waktunya sedikit 'ngARSITEK'..secara kerjaannya itu...:D
Merintis menjadi Mompreneur sejak tahun 2008..Alhamdulillah sudah lumayan karya-karya yang dihasilkan..
cuma jeleknya ga pernah dikumpulin..silly me! :s
Nahh disini akan coba saya publish masing2 project yang sudah saya buat yaa..

Senin, 18 Juni 2012

What You Need to Know about Your Body...(serial tweets #NutritionDay from @vera_makki)

Tanggal 12 juni kemarin ada serial tweets dari mba @vera_makki yang sangat menarik buat saya..
pas bacanya, saya bun berniat untuk merangkum tweets tersebut di blog..aaaannd saya baru sempat ngerangkumnya sekarang...:p


Mulai yaaa..

What You Need To Know About Your Body and What is Good for It...


1. Body Mass Index (BMI): berat badan dibagi tinggi badan *kuadrat*. Normalnya 18,5-22,9.  -- mulai berhitung yaaa..:)
2. Lingkar pinggang wanita tidak boleh lebih dr 80cm. Untuk pria, 90cm maks. Ayo ukur! 
3. Kanker Hati saat ini sering terjadi karena tumpukan lemak di sekitar hati. Cek fat mass. Normal wanita 20-27% , pria 18-22 % 
4. Kalau mau awet muda, jaga umur biologis kita, indikasinya, ukur fat mass 
5. Konsekuensi kelebihan lemak dr ujung rambut sampai ujung kaki: stroke, kardiovaskular, radang tulang + sendi, asam urat
6. Idealnya, cek kadar lemak/fat mass 6 bulan sekali 
7. Obesitas, bagi perusahaan, berimbas pada biaya kesehatan dan produktivitas. Bagi individu, berpotensi menyulitkan keluarga
8. Penurunan berat badan yang sehat: 0,5-1kg/minggu atau 2-4kg/bulan. 
9. Penurunan berat badan scr moderat, memperbaiki: kontrol gula darah,tekanan darah, kadar kolesterol,sleep apnea, Osteoarthritis
10. Turunkan asupan kalori per hari menjadi 800-1200 kalori/hari, untuk pengurangan 0,5-1kg/minggu 
11. Suka gurame? Hindari gurame goreng kering, pilih sup gurame. Gurame bakar ada resiko lain: karsiogenik 
12. Komposisi diet umum: protein 15% karbo 45% lemak 40%. Komposisi diet yg baik: protein 15% karbo 55% lemak 30% 
13. Jgn mudah percaya slimming program 400-800kal/day. Sebagian besar berakhir dgn yoyo diet,akhirnya berat badan smakin melonjak
14.Glycemic Load (GL): hasil pengalian indeks glisemik dikali jml karbohidrat. Hindari susu yg bnyk gula tambahan,esp. susu anak2
15.  Mau turun berat badan? Tingkatkan aktivitas fisik: olah raga min.45 menit, 4x/wk, pilih yg sifatnya aerobik: senam, bicycling
16. Faktor lingkungan mempengaruhi pola hidup sehat, regardless kita memiliki faktor genetik penyakit atau tdk 
17. Yang harus dijaga: kadar gula darah dan kadar lemak. Pastikan stabil, grafiknya tidak naik turun drastis 
18. Akupuntur hanya bantu mengurangi nafsu makan. Dan sebenarnya bisa disiasati dgn mengkonsumsi yg mengenyangkan: sayur dan buah 
19. Utk dptkan khasiat maksimal buah, dimakan langsung stlh dikupas. Paparan sinar matahari dan panas dpt menurunkan khasiatnya.
20. Daripada buah di-juice, lbh baik di-blender agar seratnya dapat. Lbh bagus lagi dimakan lgs 
21. Kolesterol 30% dipengaruhi asupan makanan. 70% dipengaruhi metabolisme tubuh, dimana ada faktor genetiknya. 
22. Keringat bukan patokan olahraga kita sdh maksimal atau belum.
23. Sebaiknya olah raga, istirahat, olahraga, istirahat. Jangan digeber ya tweeps 
24. Air dingin tidak berpengaruh terhadap kenaikan berat badan, kecuali dicampur sirup :D 

Naaahhh...mudah-mudahan semua tweetnya masuk, ga ada yang ketinggalan satu pun..


Kalau buat saya, info dari mba @vera_makki ini berguna bangettt..dan saya mau terapin juga..


Mulai lah gaya hidup sehat sedini mungkin..karena kesehatan itu harta yang sangat berharga!
Kalau kita sehat jasmani-rohani, Insya Allah kita bisa terusss berkarya...Aamiin!


Thank you..
-Ayu-

akhirnya nge-blog lagi...
sekarang lagi pengen share tentang health-issues nih..
semoga berkenan yaa..


setiap pagi..ya, hampir setiap pagi saya dapat email dari ayah saya yang berisi tentang artikel-artikel mengenai kesehatan..


satu artikel ini menarik buat saya..karena sebelumnya pengetahuan saya tentang penyakit ini tuh NOL besar a.ka ga tau-tau acaaann..-_-*


Saya mulai dengar tentang penyakit ini ketika kasus Tisa..ada yang ingat ga? Pelajar SMA yang mendadak terserang penyakit GBS..dan setelah berbulan2 dirawat di RS, akhirnya ALLAH lebih sayang dengan almh. Tisa dengan memanggilnya kembali ke pelukannya..


GBS..apa sih GBS itu?
Guillain-Barre Syndrom..


Seperti apa sih GBS itu? Apa aja gejalanya?
Berikut saya share artikel dari Indira Permanasari


GBS - Antibodi yang melumpuhkan tubuh sendiri 
Setelah terbaring di rumah sakit selama seminggu akibat tifus, Raihan Naufaldi (12) mengalami kesemutan diikuti rasa kebas di kaki yang menjalar hingga ke tubuh atas. Dalam hitungan hari, tubuh siswa kelas VI sekolah dasar itu lumpuh.

”Aldi tidak bisa duduk, kesulitan mengangkat tangan, bahkan untuk memiringkan tubuh Aldi perlu bantuan,” kata Dwinanda (45), ibu Raihan Naufaldi yang biasa dipanggil Aldi. Dwinanda kemudian memindahkan perawatan Aldi ke rumah sakit lain.

Di rumah sakit kedua, Aldi menjalani serangkaian tes, mulai dari computed tomography scan(CT-scan), magnetic resonance imaging (MRI), danelectromyography (EMG) untuk mengetahui gambaran otak dan saraf. ”Dari hasil tes EMG diketahui Aldi menderita Guillain-Barre Syndrome,” Dwinanda bertutur. Sebelumnya, ia tidak pernah mendengar tentang penyakit Sindrom Guillain-Barre.

Aldi sempat dirawat di ruang perawatan intensif selama dua minggu. Setelah itu, Aldi masih harus dirawat inap. Kemudian pindah ke RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM). Dua minggu sesudahnya, Aldi menjalani perawatan di rumah.

”Pemulihan membutuhkan waktu lama. Saat pulang dari rumah sakit, Aldi menggunakan ambulans karena belum bisa bergerak. Setelah menjalani fisioterapi, perlahan kondisinya membaik,” ujar Dwinanda.

Jarang, tapi berat
Kelumpuhan mendadak akibat Sindrom Guillain-Barre terbilang jarang. Angka kejadian mencapai 1-1,5 dari 100.000 orang. ”Meski demikian, begitu menyerang, beban penyakit ini sangat berat bagi penderita dan keluarganya,” kata Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (Perdossi) Cabang Jakarta Darma Imran dalam jumpa pers tentang penyakit Sindrom Guillain-Barre, Jumat (13/4/2012), di Jakarta.

Kelumpuhan bisa terjadi dalam hitungan minggu, bahkan hari. Kelumpuhan tidak hanya pada organ gerak, seperti tangan dan kaki, tetapi juga organ tubuh lain, misalnya wajah, mata, dan otot pernapasan. ”Penyakit ini menjadi penyebab kelumpuhan utama setelah polio berhasil dieradikasi,” kata Darma.

Sindrom Guillain-Barre umumnya dimulai dengan rasa kesemutan di ujung-ujung jari. Kesemutan itu simetris di kanan dan kiri tubuh. Selain itu, timbul rasa kebas di kaki atau tangan. Pada gejala awal, penderita biasanya tidak menyadari. ”Begitu semakin susah berjalan dan sandal mendadak suka lepas, penderita mulai merasa ada yang salah dan ke dokter,” ujar Darma.

Gejala yang mirip dengan stroke ini, lanjutnya, kadang bisa ”menyesatkan” dokter. Akibatnya, pasien terlambat ditangani dan peluang sembuh sempurna mengecil.

Gangguan di kaki dan tangan merambat ke tubuh bagian atas hingga melumpuhkan tubuh. Pada kasus parah, penderita kesulitan menelan air liur dan bernapas sehingga perlu perawatan di rumah sakit serta menggunakan alat bantu pernapasan (ventilator).

Salah sasaran
Kepala Divisi Neurofisiologi Klinik dan Penyakit Neuromuskular, Departemen Neurologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Manfaluthy Hakim mengatakan, Sindrom Guillain-Barre terkait respons kekebalan tubuh yang salah sasaran. ”Antibodi menyerang tubuh, dalam hal ini sistem saraf tepi, sehingga terjadi peradangan akut,” ujarnya.

Belum diketahui pasti penyebab Sindrom Guillain-Barre. Infeksi bakteri atau virus diduga menjadi pemicu. Karena itu, dokter biasanya menanyakan riwayat demam, diare, atau radang tenggorokan 4 minggu-6 minggu sebelum gejala sindrom itu. Salah satu bakteri penyebab diare yang terbukti terkait Sindrom Guillain-Barre ialah bakteri Campylobacter jejuni. ”Walau sembuh dari infeksi, kuman dalam tubuh memicu sistem pertahanan tubuh yang kemudian mengganggu sistem saraf tepi,” kata Manfaluthy.

Kerusakan pada saraf tepi yang berperan sebagai penghantar sinyal antara otak dan anggota tubuh menimbulkan gangguan hantaran sinyal. Akibatnya, otot melemah. Dalam menegakkan diagnosis, biasanya dokter akan mengecek refleks tendon, mengetes kecepatan hantar saraf, melakukan tes EMG, dan menganalisis cairan otak.

Lewat EMG dapat ditentukan jenis Sindrom Guillain-Barre yang dialami. Jenis yang utama ialah acute motor axonal neuropathy (AMAN) yang menyerang sistem motorik dan acute motor sensory axonal neuropathy (AMSAN) yang menyerang sistem motorik dan sensorik. Ada pula Sindrom Guillain-Barre yang kelumpuhannya bergerak dari atas ke bawah dan varian dengan gangguan ringan.

Jika ditangani sedari dini, Sindrom Guillain-Barre bisa sembuh dengan hanya sedikit gejala sisa. Kepala Departemen Neurologi RSCM Diatri Nari Lastri mengatakan, salah satu pengobatan Sindrom Guillain-Barre ialah plasmapharesis, yakni pengambilan antibodi yang merusak dengan cara mengganti plasma darah.

Terapi lain dengan Intravena Immunoglobulin (IvIG), memasukkan immunoglobulin dari manusia yang membantu memperbaiki sistem pertahanan tubuh. ”Penggunaan IvIG biasanya selama lima hari. Setelah itu, tubuh membaik perlahan. Terapi ini mahal, sekitar Rp 20 juta per hari, sehingga beban Sindrom Guillain-Barre bagi keluarga sangat besar,” katanya.

Dalam hal ini, penggunaan obat harus hati-hati. Kesalahan seperti dosis tidak tepat bisa memicu krisis kolinergik yang ditandai pengeluaran lendir berlebihan di saluran pernapasan dan tenggorokan sehingga menyumbat pernapasan. Dalam krisis yang mengancam nyawa itu, penderita harus segera dilarikan ke rumah sakit.

”Semakin cepat Sindrom Guillain-Barre diketahui dan diobati, semakin baik hasilnya,” ujar Diatri. Setelah terapi selama dua minggu, biasanya mulai terlihat perbaikan seperti kemampuan menggerakkan jari.

Pengobatan mengurangi angka kematian dan penderitaan mereka yang terkena sindrom itu. Dari 48 kasus yang ditangani RSCM tahun lalu, tidak ada penderita yang meninggal. Sekitar 30 persen penderita mengalami kecacatan bervariasi atau tidak sembuh sempurna.

”Sekitar 20 tahun lalu, kecacatan akibat Sindrom Guillain-Barre 70 persen. Kecacatan itu ditentukan pula oleh kecepatan penanganan dan berat ringannya Sindrom Guillain- Barre,” ujar Manfaluthy. Gejala sisa ringan paling banyak dialami penderita ialah kelelahan dan kebas pada kaki dan tangan. Pemulihan gerak tubuh selanjutnya dibantu fisioterapi.

”Sekarang, Aldi sudah bisa berjalan, tetapi masih ada efek sisa pada penglihatan dan penciuman. Dia belum bisa melihat jelas, baru bayangan. Sedang diusahakan pengobatan,” ujar Dwinanda. Aldi yang bersiap mengikuti ujian nasional belajar didampingi Dwinanda yang membantu dengan membacakan materi pelajaran. Sindrom Guillain-Barre, meski berat, perlahan dilalui Aldi dan keluarganya.

Semoga dengan apa yang saya share ini, kita jadi lebih tahu dan aware akan GBS ini yaa..


Thank you..


-Ayu- 

Selasa, 27 Desember 2011

Punya Usaha Belum Tentu Pebisnis | Jamil Azzaini

Punya Usaha Belum Tentu Pebisnis | Jamil Azzaini

Bitter Parents create Bitter Children


yepp! it's true...Bitter Parents create Bitter Children....
Kenapa tiba-tiba saya kepikiran kalimat ini? Karena ini yang saya lihat di salah satu keluarga saya..

Sebutlah si A yaa..kebetulan saya sangat dekat dengan sepupu saya ini..dari kami masih anak-anak..
Kebetulan rumah ibu saya dan rumah ibunya (yang juga kakaknya ibu saya) lumayan berdekatan, masih di dalam komplek yang sama..
Saya sering sekali main ke rumah mereka dan keluarga kakak ibu saya juga sering main ke rumah..
Saking seringnya, saya sampai hapal dengan perilaku keluarga mereka..
Yang paling melekat di pikiran saya adalah bagaimana Bude saya memperlakukan anaknya dengan (sayangnya) penuh kebencian..:(
Bisa dibilang, hampir tidak pernah sepupu saya merasakan kelembutan dan kasih sayang dari ibunya...
Saya aja yang orang luar sedih lihatnya..kok gitu amat sih perlakuan ibu ke anaknya..ga ada halus2nya sama sekali..:(
Setelah sepupu saya berusia 17 tahun, akhirnya kita semua tau kenapa bude saya ga pernah sayang sama anaknya..ternyata sepupu saya ini bukan anak kandung..iya, anak tiri..
No wonder ibunya segitu tidak-sayang-nya ke sepupu saya..

Tapi....
seharusnya...
dulu kan keputusan untuk adopsi datang dari orang tuanya..
kalau sudah memutuskan untuk adopsi, ya harus tetap merawat anak itu seperti anak sendiri dong..
Tanggung jawab atas semua kebutuhan anak tersebut..bukannya disia-siakan...

Daannn..karena perlakuan seperti ini..tumbuhlah sepupu saya jadi anak yang keras dan pemberontak..
ketika mulai remaja, dia jadi berani melawan ibunya..kalo saya pikir sih lumrah, karena siapa juga yang mau dapat perlakuan seperti ibu, apalagi dari ibunya..

Puncaknya, ketika Pakde saya meninggal..sepupu saya benar2 merasa 'sendirian' di dunia ini..
Satu2nya 'Back-up' menghadapi ibunya sudah pergi..
Tinggal dia dan ibunya..yang notabene tidak pernah akur...

Sisi positifnya..sepupu saya ini jadi sangat 'struggling' untuk mencari penghasilan untuk mencukupi kebutuhannya sendiri..untuk bisa lepas dari ibunya..
Dan alhamdulillah, dia dapat pekerjaan yang lumayan bagus..penghasilan yang lebih dari cukup pada waktu itu..dan dia memutuskan untuk menerima tawaran pekerjaan di luar Jakarta..supaya bisa jauh dari ibunya..

Singkat kata..
sepupu saya ini karirnya sangat bagus..kemudian menikah dengan pria yang karirnya juga sangat bagus..
kalo dari segi materi, keluarga mereka sangat berlebih lah..bisa beli barang-barang yang sangat mahal dengan mudah..beli berlian seperti beli kacang goreng aja..ga perlu pikir-pikir lagi..

TAPI...
sekarang sepupu saya ini boleh dibilang jadi agak sombong...
yaa menurut dia seolah2 dunia sudah dia taklukkan..dengan menjentikkan jari aja, semua yang dia mau bisa dia beli..
sayangnya, dari sisi agama, sepupu saya sama sekali tidak tersentuh..
Menurut dia, semua yang dia punya saat ini adalah hasil kerja keras dia+suaminya selama ini..bukan rejeki dari Allah..dia ga kenal istilah itu..

Dan, sayangnya dia juga kurang mengerti caranya untuk MENGHORMATI ORANG TUA...
Dia samasekali tidak menunjukkan rasa hormatnya ke saudara2 ibu atau bapaknya...
ngomong dengan yang sepuh2 itu ya sama saja kalau dia sedang ngobrol dg temannya..
Jatoh-jatohnya jadi tidak sopan...

Kalo saya melihatnya, ya mungkin karena selama hidupnya, orang tuanya tidak pernah mengajarkan bagaimana menghormati orang lain yang lebih tua...lebih2 karena orang tuanya pun tidak pernah treat her with respect...

Karena sekarang dia sedang jaya2nya dari segi materi, jadi kalo ada yang sepuh2 itu baik sama dia, dia langsung curiga pasti mau pinjem/minta duit ke dia...Kasian sih kl menurut saya...
Dzu'uzon terus bawaannya..

In the end,
what we are now, is what our parents shaped us...

That is why i say...Happy parents creates happy children..
in this case...Bitter parents create Bitter children...

Sooo..which one do you wish to be? the Happy one or the Bitter one?
Me, myself will always try to be the Happy one...:)

Cheers..Good day, all..:)